Asatu News - Mayoritas analis dalam konsensus Bloomberg memberikan rekomendasi beli terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul capaian kinerja keuangan positif pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, sebanyak 29 analis menyarankan aksi beli dengan target harga kumulatif mencapai Rp4.377 per lembar saham dalam 12 bulan ke depan.
Data konsensus hingga Selasa siang menunjukkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap emiten perbankan pelat merah ini, dengan hanya empat analis merekomendasikan tahan dan dua analis menyarankan jual. Potensi keuntungan yang diproyeksikan pasar mencapai 43,51% dibandingkan harga saham saat ini di level Rp3.050.
Sejumlah lembaga keuangan internasional menetapkan target harga yang bervariasi untuk BBRI, seperti Ivan Ng dari Autonomous Research di angka Rp4.500 dan Joshua Tanja dari UBS di level Rp4.900. Target paling optimistis datang dari Edward Lowis asal Sucor Sekuritas yang memproyeksikan harga saham BBRI menyentuh Rp5.200.
Pertumbuhan laba bersih BBRI tercatat sebesar Rp7,73 triliun sepanjang dua bulan pertama 2026, atau meningkat tajam 17,12% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih perseroan juga tumbuh 4,84% menjadi Rp19,14 triliun didukung efisiensi biaya operasional yang turun 2,39% secara tahunan.
Dari sisi intermediasi, BBRI menghimpun penyaluran kredit sebesar Rp1.346,16 triliun hingga Februari 2026, melonjak 10,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini diikuti dengan penurunan beban impairment sebesar 15,77% dan penyusutan beban lainnya hingga 14,7%, yang mencerminkan kualitas aset yang terjaga.
Budi Rustanto, Head of Research OCBC Sekuritas Indonesia, menegaskan bahwa rekomendasi beli didukung oleh valuasi yang murah serta permodalan yang solid. Ia memaparkan bahwa posisi PBV saham BBRI saat ini sebesar 1,4x berada di bawah rata-rata historis 5 tahun.
"Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga berbasis GGM sebesar Rp5.000/saham, dengan asumsi ROE 18,5% dan cost of equity 10,4%," papar Budi, Head of Research OCBC Sekuritas Indonesia.
OCBC Sekuritas memprediksi pertumbuhan kredit akan terus menguat seiring pelonggaran kebijakan moneter dan ekonomi yang membaik. Faktor lain yang memperkuat prospek BBRI adalah peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income melalui percepatan transformasi digital dan manajemen likuiditas yang konservatif.
Check news here!