Dalam prospektus yang dirilis, BUMI menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun untuk obligasi ini, dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi. Penawaran umum ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I BUMI yang menargetkan penghimpunan dana hingga Rp5 triliun.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026, sementara pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi akan berlangsung pada 20 Februari 2029.
Penggunaan Dana dan Jadwal Penawaran
Sebagian besar dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini, sekitar Rp347,33 miliar atau setara dengan US$20,45 juta, akan dialokasikan untuk pembayaran dipercepat atas seluruh pokok pinjaman perseroan kepada Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd. Pinjaman tersebut berdasarkan perjanjian fasilitas yang diteken pada 25 April 2025.
Adapun sisa dana akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan, meliputi biaya gaji dan tunjangan karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, serta biaya keuangan yang terkait dengan kegiatan operasional sehari-hari.
Untuk penerbitan obligasi ini, sejumlah perusahaan sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, antara lain PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dipercaya sebagai wali amanat.
Masa penawaran umum obligasi emiten kongsi Grup Bakrie dan Grup Salim ini dijadwalkan pada 9-12 Februari 2026. Tanggal penjatahan akan dilakukan pada 18 Februari 2026, diikuti dengan pengembalian uang pemesanan pada 20 Februari 2026. Distribusi obligasi secara elektronik juga akan dilakukan pada 20 Februari 2026, dan catatan Mureks menunjukkan obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Februari 2026.
Sebelumnya, BUMI telah memperoleh hasil pemeringkatan surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan rating idA+ atau Single A Plus.
Check news here!