KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berpotensi mengalami normalisasi kinerja dalam jangka pendek. Namun, sinyal pemulihan mulai terlihat dari sisi pemasaran.
Nilai pra-penjualan CBDK pada kuartal IV-2025 melonjak 309% secara kuartalan, ditopang permintaan kuat terhadap lahan komersial di kawasan CBD PIK2.
Cheryl Jennifer Wang, Analis Sucor Sekuritas mengatakan, untuk tahun 2026, pre-sales diproyeksikan pulih menjadi sekitar Rp 886 miliar atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan ini didorong oleh monetisasi landbank serta perbaikan bertahap permintaan residensial," ujarnya dalam riset 10 Maret 2026.
Dalam jangka menengah, kinerja CBDK diperkirakan kembali bertumbuh. Laba bersih diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 995 miliar pada 2027 dan Rp 1,2 triliun pada 2028.
Dari sisi valuasi, saham CBDK saat ini dinilai masih berada pada level diskon signifikan terhadap nilai aset bersih (RNAV), didukung oleh kepemilikan landbank premium seluas 712 hektare di kawasan PIK2.
Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga di kisaran Rp11.000–Rp12.000 per saham, mencerminkan potensi kenaikan yang cukup besar dari posisi saat ini.
Ke depan, katalis utama saham CBDK antara lain berasal dari percepatan monetisasi lahan, pertumbuhan recurring income, serta pengembangan infrastruktur seperti proyek jalan tol Kataraja yang dinilai masih belum sepenuhnya terefleksi dalam valuasi saham.
Check news here!