EmitenNews.com - PT Sucor Sekuritas (AZ) yang sempat sukses membawa Initial Public Offering (IPO) emiten RATU hingga MORA itu kini berlanjut mengawal dua penawaran umum perdana saham sekaligus menjelang akhir Juni 2026.
Broker berkode “AZ” itu menjadi penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter tunggal IPO PT Niramas Utama Tbk. (JELI), produsen merek INACO, yang diumumkan ke publik pada Sabtu (13/6/2026), serta IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), afiliasi PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) yang diumumkan baru-baru ini per Kamis (18/6/2026).
IPO JELI: Incar Dana Rp392 Miliar dari Produsen INACO yang Ekspansi ke 6 Benua
Niramas Utama akan melepas 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari total saham pasca-IPO. Harga bookbuilding dipatok Rp900–Rp1.120 per saham pada 15–22 Juni 2026. Dengan harga tertinggi, JELI berpotensi meraup dana Rp392 miliar. Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dengan komitmen penuh atau full commitment.
Melansir data perusahaan, menunjukkan produk INACO sudah dipasarkann di enam benua di seluruhh dunia. Di Asia, INACO hadir di Singapura, Malaysia, China, Jepang, hingga Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Irak.
Di Eropa, INACO menembus pasar dengan standar mutu ketat seperti Prancis, Inggris, Belanda, serta masuk ke Federasi Rusia. Untuk benua Amerika Utara dan Selatan, distribusinya mencakup Kanada, Amerika Serikat, hingga Peru. Sementara di Afrika ada Somalia dan Afrika Selatan, dan di Oseania menjangkau Australia serta Papua Nugini.
IPO Grup Prodia (PRDL) yang Saham Induknya Dibeking TPIA
Prodia Diagnostic Line menawarkan maksimal 522,9 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga _bookbuilding_ Rp100–Rp120 per saham digelar 18–23 Juni 2026. PRDL membidik dana maksimal Rp62,74 miliar. Tanggal efektif ditargetkan 29 Juni 2026, penawaran umum 1–7 Juli 2026, penjatahan 7 Juli 2026, distribusi 8 Juli 2026, dan listing di BEI 9 Juli 2026.
Komposisi pemegang saham PRDL saat ini meliputi PT Prodia Utama dengan kepemilikan 51%, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 39%, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH memegang 10% saham.
Saham afiliasinya, PRDA sendiri juga dimiliki PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik taipan Prajogo Pangestu itu sebesar 1,48%.
PT Prodia Diagnostic Line atau Proline sendiri adalah salah satu unit bisnis di bawah Grup Prodia yang berkonsentrasi pada sektor In Vitro Diagnostics (IVD). Didukung pengalaman Prodia selama lebih dari 45 tahun di bidang kimia klinik, Proline menawarkan solusi IVD komprehensif, mencakup formulasi produk, perancangan kemasan, serta dukungan dan pelatihan.
Dari hasil IPO setelah dikurangi biaya, sekitar Rp33,66 miliar akan digunakan untuk melunasi pokok kredit ke BCA dan Bank Panin. Lalu 28,92% dialokasikan untuk belanja modal dan 8,51% untuk modal kerja.
Dengan mengawal JELI dan PRDL, Sucor Sekuritas memegang mandat tunggal di dua IPO beda sektor yakni, consumer non-cyclicals dan healthcare, dengan jadwal bookbuilding yang beririsan pada Juni 2026.
Check news here!