IHSG Naik 4,51% saat Net Sell Tembus Rp 1,9 T, Asing Borong Saham TLKM dan GOTO
Media Publikasi
Kata Data - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan sesi pertama Selasa (20/10), di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai hampir Rp 2 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar hingga saham energi dan teknologi masuk dalam daftar incaran investor asing.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 4,15% atau 208,02 poin ke level 5.024 pada penutupan sesi pertama. Sebanyak 633 saham menguat, 124 saham melemah, sedangkan 41 saham lainnya tidak bergerak.
Penguatan ini terjadi setelah IHSG tertekan 15,38% sejak perdagangan Jumat (16/10). Tekanan sebelumnya muncul setelah pengelola indeks global MSCI mengusulkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Nilai transaksi di pasar saham Indonesia mencapai Rp 17,2 triliun hingga akhir sesi pertama. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 16,2 triliu
Volume perdagangan tercatat mencapai 40,79 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,66 juta kali. Meski indeks berbalik menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell.
Berdasarkan data Sucor Sekuritas nilai pembelian asing sebesar Rp 5,96 triliun dan penjualan Rp 7,93 triliun. Dengan demikian, terdapat net foreign sell sebesar Rp 1,97 triliun. Di tengah aksi jual bersih tersebut, sejumlah saham tetap mencatatkan pembelian bersih asing. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin daftar net foreign buy dengan nilai transaksi bersih Rp 175,47 miliar.
Daftar Saham yang Diborong Asing
Berdasarkan data Sucor Sekuritas, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin daftar net foreign buy dengan nilai pembelian bersih asing Rp 175,47 miliar.
Berikut 12 saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar berdasarkan data Sucor Sekuritas:
1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Rp 175,47 miliar.
2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Rp 50,70 miliar.
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Rp 35,99 miliar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Rp 24,17 miliar.
4. PT Petrosea Tbk (PTRO), Rp 23,50 miliar.
5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Rp 20,99 miliar.
6. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), Rp 13,70 miliar.
7. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), Rp 11,41 miliar.
8. PT United Tractors Tbk (UNTR), Rp 11,27 miliar.
9. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), Rp 5,76 miliar.
10. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), Rp 9,70 miliar.
11. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Rp 8,02 miliar. Selain TLKM, saham TPIA dan GOTO juga masuk dalam tiga besar saham dengan pembelian bersih asing tertinggi. TPIA mencatatkan net foreign buy Rp 50,70 miliar, sedangkan GOTO mencapai Rp 35,99 miliar.
Saham sektor energi dan pertambangan turut masuk dalam daftar, di antaranya BUMI, PTRO dan DEWA. Di sisi lain, saham perbankan mendominasi daftar penjualan bersih asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan net foreign sell Rp 1,02 triliun. Berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan penjualan bersih Rp 245,04 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 208,97 miliar. Aksi jual bersih asing juga terjadi pada saham PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 92,67 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 84,94 miliar, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp 69,77 miliar. Saham pertambangan dan energi turut masuk dalam daftar penjualan bersih, antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp 56,85 miliar.