JAKARTA, Investor.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ditaksir meraup lonjakan laba bersih besar tahun 2026, didorong kenaikan harga nikel. Ini akan mengerek saham MBMA ke target harga.
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, perseroan meraup laba bersih US$4 juta kuartal IV-2025, turun 1% secara tahunan, seiring adanya kerugian lain-lain US$83 juta dan minority interest US$33 juta. Namun, laba inti mencapai US$10 juta, sehingga selama setahun penuuh mencapai US$42 juta, naik 144%.
“Jumlah itu mencapai 95% dari proyeksi kami dan 103% konsensus analis,” tulis Sucor, dikutip Minggu (4/4/2026).
Perseroan, tulis Sucor, meraup pendapatan US$500 juta kuartal IV tahun lalu, sehingga sepanjang tahun ini US$1,4 miliar, 123% dari proyeksi Sucor dan 102% konsensus analis.
Sucor menaikkan proyeksi harga NPI menjadi US$13 ribu dan US$12,5 ribu pada 2026 dan 2027, seiring adanya pengetatan pasokan. Ini akan menjadi katalis kuat kenaikan laba bersih MBMA.
Sucor menaikkan proyeksi laba bersih MBMA pada 2026 dan 2027 menjadi US$148 juta dan US$174 juta. Artinya, laba tahun ini ditaksir naik 252% dari realisasi 2025.
Sucor mempertahankan rekomendasi buy saham MBMA berbasis SOTP. Target harga dipatok Rp850.
Check news here!