EmitenNews.com - Investor kawakan Lo Kheng Hong pelan-pelan terus menambah porsi kepemilikan sahamnya di PT Intiland Development Tbk (DILD). Per 11 Mei 2026, kepemilikan sahamnya di DILD terpantau telah mencapai 7,17%.
Berdasarkan data kepemilikan efek di atas 5% berdasarkan SID yang diterbitkan KSEI, Lo Kheng Hong terus menambah porsi saham DILD secara perlahan. Posisi pada 8 Mei 2026, sahamnya telah mencapai 737.786.300 lembar atau setara dengan 7,12%.
Kini, dengan penambahan 5.200.000 lembar saham atau setara 0,05%, jumlah saham yang dimiliki Warren Buffet-nya Indonesia itu telah mencapai 742.986.300 lembar atau naik 7,17% kepemilikan.
Dari 10 rekening efek yang ia tebar untuk menampung saham di DILD, terpantau transaksi penambahan saham itu hanya terjadi di salah satu broker saja, yakni BRI Danareksa Sekuritas. Adapun secara rinci 10 rekening efek yang dimiliki Lo Kheng Hong atas saham DILD yakni sebagai berikut:
Tambah Porsi Saat DILD Melemah
Jika melihat harga saham DILD pada tanggal 11 Mei 2026, posisi saham tersebut bergerak stagnan di level Rp126. Bahkan, sejak awal tahun 2026, saham DILD melemah 10,64 persen atau turun 15 poin.
Jika melihat peta akumulasi saham DILD oleh Lo Kheng Hong, hal itu tampak sejak Februari 2026, di mana Lo Kheng Hong (LKH) menambah porsi kepemilikan saham di DILD sebanyak 969.000. Lalu pada Maret 2026, LKH kembali mengantongi saham DILD sebanyak 8.100.000 saham.
Beranjak pada April 2026, LKH kembali membeli saham DILD sekitar 12 juta saham. Maka, dengan tambahan tersebut, total saham DILD milik LKH per 31 April telah mencapai 716.806.700 saham.
Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5) saham DILD ditutup melemah 1,60 persen atau turun 2 poin ke level Rp123. Secara ytd, saham DILD telah merosot 12,77 persen atau turun 18 poin. Bahkan jika ditarik setahun ke belakang, saham DILD terpantau masih merah dengan pelemahan 13,99 persen atau turun 20 poin.
Kinerja Kuartal I Menurun
Jika melihat kinerja DILD sepanjang kuartal I 2026, memang terjadi penurunan laba sebesar Rp2,45 miliar dari sebelumnya sebesar Rp10,56 miliar atau turun sekitar 76,79 persen.
Hal ini membuat laba per saham dasar juga ikut turun menjadi Rp0,24 dari sebelumnya Rp1,02.
Dari sisi pendapatan usaha juga terpantau mengalami penurunan menjadi Rp619,78 miliar dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp640,76 miliar, atau turun 3,27 persen. Kendati demikian, laba usaha mengalami peningkatan menjadi Rp144,49 miliar dari sebelumnya hanya Rp138,14 miliar.
Hingga akhir Maret, melihat neraca DILD total asetnya yang tercatat yakni sebesar Rp12,93 triliun, mengalami penurunan dari episode tahun sebelumnya sebesar Rp13,17 triliun. Terdiri dari ekuitas sebesar Rp6,76 triliun juga turun dari sebelumnya sebesar Rp6,78 triliun, dan liabilitas sebesar Rp6,16 triliun dari sebelumnya Rp6,33 triliun.
Check news here!