23 April 2026
MBMA Terbitkan Obligasi & Sukuk Rp5,6 Triliun dengan Kupon hingga 9,25%

Media Publikasi

Bareksa - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) resmi menerbitkan surat utang senilai total Rp5,62 triliun melalui penawaran umum fase keempat dari program berkelanjutannya. Penerbitan ini penting karena digunakan untuk restrukturisasi utang jatuh tempo dan menjaga likuiditas perusahaan. 

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2026, perseroan menawarkan dua jenis instrumen sekaligus dalam satu paket penawaran umum ini.

Pertama, Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV diterbitkan senilai Rp5 triliun dalam tiga seri. Seri A bertenor 367 hari kalender dengan kupon 7,5% per tahun, Seri B bertenor 3 tahun dengan kupon 9% per tahun, dan Seri C bertenor 5 tahun dengan kupon 9,25% per tahun. Bunga dibayarkan setiap triwulan mulai 8 Agustus 2026.

Kedua, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap IV diterbitkan senilai Rp622,12 miliar dalam dua seri berbasis bagi hasil. Seri A bertenor 3 tahun dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 9% per tahun, dan Seri B bertenor 5 tahun dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 9,25% per tahun. Keduanya mendapat peringkat idA (Single A) dan idA(sy) (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

MBMA adalah perusahaan induk dari grup usaha yang bergerak di bidang pertambangan nikel, pengolahan, dan kegiatan terkait yang terintegrasi secara vertikal, berkedudukan di Jakarta Selatan. 

Untuk Apa Dana Rp5,6 Triliun Ini Digunakan?

Penggunaan dana obligasi diprioritaskan untuk tiga keperluan utama. Pertama, sekitar US$150 juta (setara Rp2,58 triliun) untuk melunasi dipercepat seluruh pokok utang Fasilitas B berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit MBMA senilai US$250 juta yang jatuh tempo Juni 2026. 

Kedua, sekitar Rp1,16 triliun untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri A yang jatuh tempo 15 Juli 2026. Ketiga, sekitar Rp984 miliar untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A yang jatuh tempo 27 Agustus 2026.

Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja, mencakup biaya karyawan, biaya jasa profesional, biaya pajak, dan bunga Fasilitas B. Sementara itu, dana Sukuk Mudharabah sebesar Rp213,3 miliar akan digunakan untuk melunasi Sukuk Mudharabah Tahap I Seri A yang jatuh tempo 15 Juli 2026, dengan sisanya untuk keperluan korporasi umum.

Pola penggunaan dana ini menunjukkan strategi liability management yang terencana, menukar utang jangka pendek berbunga tinggi dengan instrumen baru bertenor lebih panjang.

Jadwal Penawaran dan Siapa Penjaminnya?

Penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Mei 2026, dengan penjatahan pada 6 Mei 2026, distribusi elektronik pada 8 Mei 2026, dan pencatatan di BEI pada 11 Mei 2026. Pemesanan minimum adalah Rp1 juta dan kelipatannya.

Tujuh perusahaan sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi dengan skema full commitment: PT Indo Premier Sekuritas (porsi terbesar, 31,14%), PT Mandiri Sekuritas (16,1%), PT Sucor Sekuritas (15,79%), PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, dan PT CIMB Niaga Sekuritas. Wali amanat untuk kedua instrumen adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Khusus untuk Sukuk Mudharabah, tim ahli syariah yang bertugas terdiri dari Rully Intan Agustian R., S.T. (Ketua) dan Adni Kurniawan, Lc., M.M. (Anggota), berdasarkan rekomendasi DSN-MUI.

Kondisi Keuangan MBMA: Seberapa Sehat?

Dari sisi fundamental, MBMA mencatatkan kinerja yang membaik sepanjang 2025. EBITDA tumbuh 34,3% menjadi US$218,8 juta meskipun pendapatan usaha turun 22,2% menjadi US$1,43 miliar akibat pergeseran strategi dari produksi nikel matte ke NPI yang bermargin lebih tinggi. Laba bersih meningkat 26,4% menjadi US$100,5 juta.

Rasio keuangan utama yang dipersyaratkan, yaitu Utang Neto Konsolidasian terhadap EBITDA, tercatat 3,3x per 31 Desember 2025, masih jauh di bawah batas maksimum 5,0x yang ditetapkan dalam covenant obligasi. Total aset MBMA per akhir 2025 mencapai US$3,74 miliar dengan total ekuitas US$2,35 miliar.

Perseroan menyatakan tidak ada kejadian material setelah tanggal laporan auditor (30 Maret 2026), kecuali penarikan pinjaman US$50 juta dari Perjanjian Pinjaman MDKA-MBMA dan pelunasan Obligasi III Seri A senilai Rp824,95 miliar pada April 2026.

Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya