20 April 2026
Saham Adaro Andalan Indonesia Menguat Jelang Rencana Buyback Rp 5 Triliun

Media Publikasi
Sultra Media - Harga saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ditutup menguat sebesar 3,2 persen ke level Rp 11.300 pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah akumulasi beli oleh investor asing yang mencapai nilai Rp 143,1 miliar dalam satu pekan terakhir.

Dilansir dari Investor Daily, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham AADI pada Senin (20/4/2026) dengan target harga harian mencapai Rp 11.500. Investor disarankan melakukan masuk pada kisaran harga Rp 11.000 hingga Rp 11.300 per lembar saham.

Analisis teknikal menunjukkan titik batas atas atau resistance AADI berada di level Rp 11.500, sedangkan batas bawah atau support berada di posisi Rp 11.000. Analis mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai jika harga menembus ke bawah Rp 11.000 dan menetapkan stop loss pada level Rp 10.500.

"Waspada jika harga menembus Rp 11.000. Stop loss di level Rp 10.500," tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya yang dikutip pada Senin (20/4/2026). Pergerakan saham emiten batu bara ini tercatat telah melonjak 11,6 persen dalam sepekan dan melesat hingga 62 persen sejak awal tahun (year to date).

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, valuasi AADI dinilai masih kompetitif dengan rasio Price to Earnings (PER) sebesar 7 kali. Sementara itu, Sucor Sekuritas memberikan penilaian lebih optimis dengan mempertahankan rekomendasi beli pada target harga Rp 30.100 karena fundamental yang dinilai kuat dan biaya operasional yang rendah.

Sentimen positif tambahan datang dari rencana perseroan untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan anggaran maksimal Rp 5 triliun. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.

AADI juga tengah memproses divestasi 47,99 persen saham di Kestrel Coal Group, Australia, dengan nilai transaksi mencapai US$ 1,85 miliar. Langkah strategis ini diprediksi akan memperkuat posisi kas perusahaan dan membuka peluang pembagian dividen spesial serta dividen final bagi para pemegang saham.

Check news here!

Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya