17 July 2025
BOLT Optimis Pendapatan di Tahun 2025 Tumbuh Hingga 10%

C-Talks

Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed, iklim industri manufaktur nasional menunjukkan daya tahan yang kuat. Di sisi domestik, Bank Indonesia akhirnya memangkas suku bunga acuannya, memberi sinyal akomodatif bagi dunia usaha. Sektor manufaktur, terutama otomotif, menjadi salah satu penopang kinerja ekspor dan industri padat karya nasional.


Salah satu perusahaan manufaktur otomotif di Indonesia adalah PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT). Didirikan sejak 1982 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2015, Garuda Metalindo telah memantapkan posisinya sebagai produsen pengencang otomotif (fasteners) seperti mur dan baut yang menjadi komponen vital di sektor kendaraan roda dua dan roda empat.


Pada kuartal I-2025, BOLT mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 369 miliar atau naik 0,96% dibandingkan Rp 368 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 55,06% menjadi Rp 26,23 miliar, dari sebelumnya Rp 17,32 miliar.


Dari sisi ekspor, penjualan luar negeri BOLT tumbuh 7,17% yoy menjadi Rp 25,41 miliar, mencerminkan tren positif permintaan global terhadap komponen otomotif Indonesia.


Untuk memperkuat fondasi pertumbuhan tersebut, BOLT juga mengakselerasi ekspansi bisnis melalui aksi korporasi strategis. Perusahaan mengumumkan akuisisi 60% saham PT Garuda Metal Utama (GMU) senilai Rp150 miliar. Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antar unit usaha sekaligus memperluas kapasitas produksi dan diversifikasi pasar.


Selain itu juga BOLT optimis menatap sisa tahun 2025. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5–10% dan kenaikan laba bersih hingga 10–20% sepanjang tahun ini. Proyeksi ini didukung oleh fundamental bisnis yang sehat, ekspansi ekspor, serta peluang pertumbuhan di sektor non-otomotif. Untuk mencapai target tersebut, BOLT mengandalkan tiga strategi utama: memperkuat pasar 4W domestik, mendorong ekspor global, dan mengembangkan segmen non-otomotif seperti alat berat, manufaktur, pertambangan, dan migas.


“Kami optimistis pendapatan kuartal II-2025 akan tumbuh dibandingkan tahun lalu. Sejak IPO, kami rutin membagikan dividen—terkecuali saat pandemi. Tahun ini, dividen kami setara 40% dari laba bersih, dan nilainya akan ikut naik seiring peningkatan kinerja,” papar Anthony Wijaya Investor Relations PT Garuda Metalindo Tbk dalam CTalks bersama Sucor Sekuritas (17/07/25).

Check CTalks Here!

 

Written by SPOT
manufaktur
bolt
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya