JAKARTA, Investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) diprediksi mulai mencetak pemulihan kinerja keuangan tahun depan, membuka ruang pemberian dviden besar. Artinya, koreksi harga ASII belakangan ini merupakan momentum tepat untukm mulai mengakumulasi.
Sucor Sekuritas mencatat, bisnis otomotif Astra, meliputi distribusi, layanan purnajual, komponen, dan memiliki dukungan kuat pembiayaan menujukkan resiliensi tahun ini. Adapun bisnis jasa keuangan bisa menopang kemerosotan bisnis Astra lainnya.
Seiring dengan itu, Sucor Sekuritas memprediksi laba bersih Astra pulih tahun 2027, dengan estimasi pertumbuhan 9,5% menjadi Rp31,3 triliun dari proyeksi 2026 Rp28,6 triliun. Ini ditopang oleh normalisasi RKAB anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) dan kembali beroperasinya tambang emas Martabe.
“ASII akan mencetak arus kas bebas kuat tahun 2027, mencapai Rp22,7 triliun dari proyeksi 2026 Rp17,7 triliun,” tulis Sucor, Minggu (25/10/2026).
Hal itu, demikian Sucor, membuka jalan bagi pemberian dividen dengan estimasi yield 9%. Dari sisi valuasi, saham ASII saat ini sangat murah, dengan PER hanya 5,8 kali.
Sucor juga merespons positif agenda buyback saham Rp8 triliun. Ini membuat saham ASII saat ini menarik.
Tak ayal lagi, Sucor Sekuritas meng-upgrade saham ASII menjadi buy dengan target harga Rp5.200, mencerminkan potensi gain moderat, 17%. Katalisnya adalah potensi pemulihan kinerja keuangan dan valuasi menarik. Merujuk target itu, dividen per saham ASII sekitar Rp450-an.