Manajemen Energi Mega Persada memaparkan, sebanyak 73,69% dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi, akan dipakai ENRG untuk memberikan pinjaman kepada PT Imbang Tata Alam (ITA) yang merupakan anak usaha perseroan. Selanjutnya, dana tersebut digunakan ITA untuk membayar seluruh pokok utang (refinancing) besarta bunga kepada Bank Mandiri.
Manajemen ENRG menambahkan, sebanyak 11,11% dana hasil obligasi akan digunakan perseroan untuk memberi binjaman kepada PT Energi Maju Abadi (EMA) yang merupakan anak usaha Energi Mega. Selanjutnya, dana itu dipakan untuk refinancing utang kepada Bank Mandiri.
“Sisanya akan digunakan perseroan dan atau perusahaan anak untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha,” kata manajemen Energi Mega Persada.
Pada awal pekan ini, ITA yang merupakan anak usaha perseroan, telah menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di wilayah kerja Malacca Strait. Cadangan minyak di sumur tersebut diperkirakan mencapai 31 juta barel.”Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional, serta memberikan manfaat bagi stakeholder di sekitar wilayah kerja Malacca Strait. ENRG menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama & Chief Executive Officer ENRG Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, menurut dia, ditemukan lapisan produktif pada Formasi Upper Sihapas dengan ketebalan net pay sekitar 80 feet/kaki. Pada pelaksanaan uji alir, sumur mencatatkan laju produksi minyak sebesar 350 barel minyak per hari, yang mencerminkan kualitas reservoir yang baik, serta potensi aliran yang stabil.
“Secara geologi, penemuan ini diinterpretasikan sebagai stratigraphic trap. Temuan tersebut membuka peluang eksplorasi lanjutan untuk prospek sumber daya dan cadangan minyak baru,” ujar dia.
Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer ENRG Edoardus Ardianto menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi awal, estimasi Original Oil in Place dari penemuan ini diperkirakan sekitar 31 juta barel minyak dengan potensi tambahan produksi 1.000–1.500 barel minyak per hari dari rencana pengembangan struktur MSTB-NW melalui implementasi enam sumur pengembangan. Namun demikian, hasil evaluasi respon seismik yang serupa, menunjukkan potensi sumber daya di sekitar temuan masih menyimpan potensi lebih dari 76 juta barel minyak, menjadi target campaign eksplorasi selanjutnya.