30 January 2026
Emiten Migas Grup Bakrie Terbitkan Surat Utang Rp 1,15 Triliun

Media Publikasi
JAKARTA, investor.id – Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp1,15 triliun pada bulan Februari mendatang. Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan dipakai untuk pelunasan pinjaman anak usaha serta modal kerja perseroan.

Manajemen ENRG dalam prospektus yang dipublikasi Kamis (29/1/2026) mengungkapkan, obligasi tersebut akan ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp280,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,5% per tahun dan berjangka waktu tiga tahun, serta Seri B senilai Rp869,8 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,6% per tahun dan berjangka waktu lima tahun.

“Dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memeroleh hasil pemeringkatan idA+ atau Single A plus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia,” tulis manajemen Energi Mega Persada.

Lebih lanjut, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat obligasi

​Masa penawaran umum obligasi akan dilangsungkan pada 9-10 Februari 2026, disusul penjatahan pada 11 Februari, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 13 Februari, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 18 Februari 2026.

Manajemen Energi Mega Persada memaparkan, sebanyak 73,69% dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya emisi, akan dipakai ENRG untuk memberikan pinjaman kepada PT Imbang Tata Alam (ITA) yang merupakan anak usaha perseroan. Selanjutnya, dana tersebut digunakan ITA untuk membayar seluruh pokok utang (refinancing) besarta bunga kepada Bank Mandiri.

Manajemen ENRG menambahkan, sebanyak 11,11% dana hasil obligasi akan digunakan perseroan untuk memberi binjaman kepada PT Energi Maju Abadi (EMA) yang merupakan anak usaha Energi Mega. Selanjutnya, dana itu dipakan untuk refinancing utang kepada Bank Mandiri.

“Sisanya akan digunakan perseroan dan atau perusahaan anak untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha,” kata manajemen Energi Mega Persada.

Pada awal pekan ini, ITA yang merupakan anak usaha perseroan, telah menemukan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbarunya di wilayah kerja Malacca Strait. Cadangan minyak di sumur tersebut diperkirakan mencapai 31 juta barel.

”Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional, serta memberikan manfaat bagi stakeholder di sekitar wilayah kerja Malacca Strait. ENRG menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama & Chief Executive Officer ENRG Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Berdasarkan hasil evaluasi awal, menurut dia, ditemukan lapisan produktif pada Formasi Upper Sihapas dengan ketebalan net pay sekitar 80 feet/kaki. Pada pelaksanaan uji alir, sumur mencatatkan laju produksi minyak sebesar 350 barel minyak per hari, yang mencerminkan kualitas reservoir yang baik, serta potensi aliran yang stabil.

“Secara geologi, penemuan ini diinterpretasikan sebagai stratigraphic trap. Temuan tersebut membuka peluang eksplorasi lanjutan untuk prospek sumber daya dan cadangan minyak baru,” ujar dia.

Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer ENRG Edoardus Ardianto menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi awal, estimasi Original Oil in Place dari penemuan ini diperkirakan sekitar 31 juta barel minyak dengan potensi tambahan produksi 1.000–1.500 barel minyak per hari dari rencana pengembangan struktur MSTB-NW melalui implementasi enam sumur pengembangan. Namun demikian, hasil evaluasi respon seismik yang serupa, menunjukkan potensi sumber daya di sekitar temuan masih menyimpan potensi lebih dari 76 juta barel minyak, menjadi target campaign eksplorasi selanjutnya.

“Ke depan, Imbang Tata Alam akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk melanjutkan studi teknis guna mematangkan konsep pengembangan struktur MSTB-NW serta mengidentifikasi peluang eksplorasi tambahan di sekitar area penemuan,” kata Direktur ENRG & Chief Operation Asset A Kelik R. Suharya.

Check news here!
Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya