Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan Jumat (30/1/2026) menunjukkan penguatan di tengah situasi pasar yang masih diwarnai ketidakpastian. Kenaikan ini terjadi meskipun sentimen negatif masih terasa, termasuk pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, sebagai respons terhadap tekanan pasar yang dialami beberapa hari terakhir. Pada sesi pertama perdagangan, IHSG berhasil menguat sebesar 1,18% dan ditutup pada level 8.329,15.
Pergerakan ini mengindikasikan adanya upaya pemulihan setelah tekanan signifikan sebelumnya yang mengakibatkan indeks melemah tajam bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) beberapa hari berturut-turut. Kenaikan ini memberikan sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun stabilitas pasar secara keseluruhan masih belum sepenuhnya pulih sepenuhnya.
Analis pasar dan pelaku pasar tetap waspada, memantau perkembangan lebih lanjut dan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang memengaruhi kinerja pasar saham. Seiring dengan perbaikan pergerakan indeks, perhatian investor perlahan beralih ke saham-saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup signifikan.
Emiten-emiten tersebut sekarang dianggap memiliki valuasi yang lebih rasional dan menarik dari segi risiko-imbal hasil. Namun, dalam fase pemulihan yang masih rentan ini, strategi selektif menjadi sangat krusial, terutama dengan mempertimbangkan fundamental yang kuat dan visibilitas bisnis masing-masing emiten. Sektor pelayaran menjadi salah satu sektor yang kembali menarik perhatian pelaku pasar.
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak, aktivitas pengangkutan energi dan komoditas relatif stabil, sehingga memberikan dukungan bagi kinerja sektor ini. Permintaan yang bersifat struktural terhadap distribusi energi dan bahan baku menjadi faktor yang menjaga prospek jangka menengah sektor pelayaran.
Di antara emiten pelayaran yang tercatat di bursa, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dianggap memiliki valuasi yang relatif lebih menarik dibandingkan emiten sejenis. Saat ini, saham HATM diperdagangkan pada kisaran price to earnings ratio (PER) 18,43 kali dan price to book value (PBV) 1,84 kali, tingkat yang dianggap lebih masuk akal setelah koreksi harga sebelumnya.
Para analis pasar terus memantau pergerakan saham dan memberikan rekomendasi berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, dengan tetap menekankan pentingnya manajemen risiko yang disiplin. Financial Educator Sucor Sekuritas, Danika Augusta Sari, berpendapat bahwa secara teknikal pergerakan saham HATM masih dalam tren menurun (downtrend). Meskipun demikian, ia melihat adanya indikasi awal pembentukan pola pembalikan arah. 'Secara teknikal HATM memang masih downtrend, tetapi pergerakannya sudah mendekati pembentukan pola double bottom, sehingga peluang reversal mulai terbuka,' ujar Danika.
Menurut Danika, konfirmasi penguatan dalam jangka pendek sangat bergantung pada kemampuan harga saham HATM untuk menembus area resistance terdekat. 'Jika HATM mampu breakout di atas level 338, maka potensi bullish jangka pendek cukup terbuka. Sementara itu, support terdekat berada di area 320,' jelasnya. Dengan mempertimbangkan kondisi ini, saham HATM dianggap relatif menarik bagi investor dengan horizon jangka pendek.
Namun, Danika mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko secara disiplin. 'Untuk strategi short term, HATM masih menarik dicermati, namun investor perlu tetap waspada mengingat volatilitas pasar masih tinggi,' tambahnya.
Pada perdagangan hari ini, saham HATM ditutup melemah 2,98% ke level Rp326 per saham. Penurunan ini terjadi seiring dengan dinamika pasar yang masih fluktuatif, meskipun IHSG secara keseluruhan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan secara bertahap. Para investor disarankan untuk terus mengikuti perkembangan pasar dan melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi.
Check news here!