12 June 2026
Lika-liku Tender Offer Sukarela DSSA untuk Ambil Alih KETR

Media Publikasi

Mikirduit – Rumor KETR mau diakuisisi Grup Sinarmas mulai terealiasi dari keterbukaan informasi terkait penawaran tender sukarela dari anak usaha DSSA. Jadi, apakah prospek KETR menjadi semakin menarik?

DSSA melalui PT Inti Mas Bangun Sejahtera berencana menawarkan 994,4 juta lembar saham KETR dengan harga Rp523 per saham lewat tender offer sukarela. Nantinya, jika tender offer sukarela sukses, anak usaha DSSA akan menjadi pengendali KETR dengan porsi kepemilikan 35 persen.

Dalam transaksi tender offer sukarela itu ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni tender offer sukarela akan dieksekusi jika jumlah yang berpartisipasi mencapai minimal 35 persen atau 994 juta lembar. Jika transaksi di bawah angka itu, berarti tender offer sukarela tidak akan dilanjutkan.

Dari syarat tersebut, tantangan terbesar adalah harga pelaksanaan tender offer di bawah harga pasar.

Dalam simulasi di prospektus, DSSA ekspektasi akan mendapatkan 562 juta lembar dari PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara, 122 juta lembar dari PT Gema Lintas Benua, 10 juta lembar dari Petrus Sartono, dan 300 juta lembar dari publik.

Berarti, ada total 35 persen dari jumlah saham publik yang diharapkan ikut dalam voulantary tender offer ini. Di sini, menjadi risiko tersendiri karena posisi harga pelaksanaan di bawah harga pasar.

Kecuali, PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara meningkatkan porsi yang dilepas via tender offer.

Di sisi lain, salah satu eks pengendali lama melalui PT Gema Lintas Benua mulai melepas saham KETR secara bertahap. Ini menjadi salah satu tekanan untuk saham infrastruktur telekomunikasi itu bisa melaju.

Gema Lintas Benua sudah mencatatkan penurunan kepemilikan saham dari 25 persen pada akhir 2025 menjadi tersisa 12 persen hingga 21 April 2026.

Adapun, broker AZ (Sucor Sekuritas) menjadi top seller saham KETR dari 22 April hingga 11 Juni 2026 senilai Rp12,2 miliar dengan rata-rata harga Rp567 per saham. AZ ini digunakan Gema Lintas Benua untuk transaksi. Namun, catatan aksi jual Gema Lintas Benua sejak 21 April 2026 sudah tidak ada lagi, serta catatan kepemilikan Gema Lintas Benua tidak mengalami perubahan hingga Akhir Mei 2026.

Artinya, transaksi dari broker AZ setelah 21 April 2026 belum tentu dilakukan oleh Gema Lintas Benua. Transaksi bisa saja dilakukan oleh pihak afiliasinya atau reksa dana Sucor yang bertransaksi menggunakan akun Sucor. Soalnya, ada penurunan jumlah kepemilikan lembar saham dari reksa dana pada akhir Mei 2026 dibandingkan dengan akhir April 2026 sebesar 63 persen.

Check news here!

Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya