07 August 2025
PBID Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 5% di 2025

C-Talks
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan eksternal seperti de-dollarisasi dan fluktuasi harga komoditas, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% (yoy) pada triwulan II 2025, dengan peningkatan 4,04% (qoq) dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sementara dari sisi pengeluaran ditopang oleh konsumsi pemerintah yang melonjak 21,05%. Dalam lanskap ini, industri pendukung distribusi seperti kemasan plastik tetap mempertahankan relevansi strategisnya. Salah satu pemain utama di sektor ini adalah PT Panca Budi Idaman Tbk (IDX: PBID).

PBID telah beroperasi sejak 1991 dan dikenal luas melalui merek-merek dagangnya seperti Tomat, Wayang, dan Pluit. PBID merupakan produsen dan distributor kemasan plastik yang fokus pada solusi pengemasan bagi pelaku UMKM dan pasar tradisional. Di tengah tekanan daya beli masyarakat, PBID mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 23,23% yoy pada kuartal I-2025 menjadi Rp101,77 miliar, dari sebelumnya Rp132,58 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Penjualan bersih juga mengalami koreksi tipis 0,49% yoy menjadi Rp1,27 triliun. Meski demikian, PBID tetap mampu menjaga stabilitas pendapatan dengan memperluas penetrasi pasar dan menjaring pelanggan baru.

“Buying power per customer memang menurun, tapi kami tetap menjaga revenue tetap stabil dan tumbuh 3–5%, berkat masuknya pasar serta customer baru. Kami percaya target pertumbuhan 10% tahun ini masih sangat wajar, meski 2024 adalah tahun anomali yang sangat baik, terutama karena margin tinggi dari fluktuasi bahan baku,” ujar Vicky Taslim Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) dalam sesi CTalks Sucor Sekuritas (08/07/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa PBID optimistis laba bersih dapat kembali menguat pada kuartal III dan IV-2025, seiring stabilnya harga jual produk jadi dan strategi distribusi yang komprehensif. PBID juga mencatat pertumbuhan positif pada segmen bijih plastik, meskipun porsi ekspornya masih di bawah 5%. Strategi perusahaan sejauh ini diarahkan pada perluasan jaringan distribusi, peningkatan kualitas produk, diversifikasi varian kemasan, serta penguatan nilai merek dalam ekosistem pasar ritel nasional. 

Check CTalks here!
Written by SPOT
PBID
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya