"Jumlah Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 62.748.000.000," tulis Manajemen PRDL, Manajemen PT Prodia Diagnostic Line Tbk.
Manajemen perseroan menjadwalkan masa penawaran awal atau bookbuilding pada 18 hingga 23 Juni 2026 dengan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selanjutnya, masa penawaran umum diagendakan berlangsung pada 1 sampai 7 Juli 2026, sedangkan pencatatan saham di bursa akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.
Alokasi dana hasil IPO akan digunakan untuk beberapa kebutuhan, termasuk pembayaran utang sebesar Rp35,66 miliar kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. Sekitar 28,92 persen dana akan dipakai bagi belanja modal seperti pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan, perangkat lunak, relayout area produksi, dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.
Sisa dana IPO sekitar 8,51 persen bakal dimanfaatkan untuk modal kerja perseroan termasuk pembelian bahan baku, biaya pengembangan produk, serta aktivitas pemasaran.
Check news here!