Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan di Jakarta, emiten yang bergerak di bidang perusahaan holding investasi ini akan menawarkan obligasi tersebut dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap. Langkah strategis ini dilakukan Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo.
Struktur dan Besaran Bunga Obligasi Provident Investasi Bersama
Penawaran Obligasi Provident Investasi Bersama kali ini terbagi menjadi Seri A, Seri B, dan Seri C. Masing-masing seri memiliki karakteristik tenor dan tingkat pengembalian yang berbeda untuk memberikan opsi bagi para investor:
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap triwulan. Bunga pertama dijadwalkan akan dibayarkan pada 3 Juni 2026, sedangkan pelunasan pokok akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri. Perseroan juga mencantumkan opsi pembelian kembali (buyback) yang dapat dilakukan satu tahun setelah tanggal penjatahan.
Rencana Penggunaan Dana dan Kinerja Keuangan
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk dua kebutuhan utama. Pertama, sebesar Rp482,0 miliar dialokasikan untuk melunasi seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan I Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo pada 28 Maret 2026.
Kedua, sisa dana hasil emisi akan dialokasikan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB). Hingga 10 Februari 2026, saldo penarikan pinjaman Perseroan tercatat sebesar US$28,5 juta atau setara Rp479,9 miliar. Perseroan merencanakan pembayaran pokok utang menggunakan nilai emisi bersih sebesar US$26,6 juta atau setara Rp448,6 miliar. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi nilai kurs transaksi tengah Bank Indonesia per 10 Februari 2026 sebesar Rp16.838/US$.
Dari sisi kinerja, PT Provident Investasi Bersama Tbk mencatatkan pertumbuhan signifikan pada periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025. Perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2.143,3 miliar, melonjak 361,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp464,8 miliar. Total aset Perseroan per 30 September 2025 juga meningkat menjadi Rp10.940,7 miliar dari posisi akhir Desember 2024 yang sebesar Rp7.874,9 miliar.
Bagi investor yang berminat, berikut adalah jadwal pelaksanaan penawaran Obligasi Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2026:
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk lima perusahaan efek sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi, yaitu PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, dan PT KB Valbury Sekuritas. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.