25 June 2026
Saham Dian Swastatika Sentosa Menguat Berkat Aksi Borong Investor

Media Publikasi
Kabar Nusantara -Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan penguatan sebesar 5,73 persen ke level Rp 830 pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (25/6/2026). Performa positif emiten Grup Sinar Mas ini didorong oleh aksi borong saham oleh para investor setelah sempat melemah pada dua hari bursa sebelumnya.

Data perdagangan yang dilansir dari Investor Daily menunjukkan sebanyak 431,79 juta saham DSSA telah ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 29.569 kali. Nilai transaksi total pada paruh pertama hari tersebut menyentuh angka Rp 352,48 miliar. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas hingga jeda siang, investor membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 25,9 miar terhadap saham DSSA.

Pergerakan positif ini terjadi di tengah upaya perusahaan untuk bangkit setelah dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard. Kalangan broker memberikan penilaian positif terhadap prospek kinerja masa depan perseroan. Sucor Sekuritas menilai DSSA bertindak sebagai konsolidator bisnis telekomunikasi dan teknologi bagi Grup Sinar Mas.

Langkah strategis saat ini difokuskan untuk mengurangi ketergantungan pendapatan dari bisnis batu bara melalui PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS). Melalui riset resminya, pihak sekuritas menjabarkan arah kebijakan ekspansi emiten tersebut ke sektor infrastruktur telekomunikasi.

"Rencana DSSA mengambil 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) di harga Rp 523 per saham menggambarkan arah kebijakan untuk masuk ke rantai nilai sektor infrastruktur telekomunikasi," tulis Sucor dalam risetnya.

Selain sektor telekomunikasi, DSSA juga melebarkan sayap ke bidang energi terbarukan melalui pembentukan perusahaan patungan dengan First Gen. Kerja sama tersebut bertujuan mengembangkan proyek pembangkit listrik geotermal berkapasitas 460 megawatt (MW) dengan target operasi komersial pada 2020. Proyek ini diproyeksikan memiliki net present value sebesar US$ 895 juta dengan IRR mencapai 11 persen.

Diversifikasi usaha ke bisnis telekomunikasi, teknologi, serta geotermal diperkirakan akan memperluas nilai pasar potensial yang dapat digarap perusahaan menjadi US$ 76 miliar dari posisi sebelumnya sebesar US$ 33 milar. Sucor Sekuritas memproyeksikan CAGR pendapatan perseroan pada periode 2025-2030 mencapai 11 persen hingga menyentuh US$ 4,7 miliar, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 27 persen menjadi US$ 749 juta atau setara Rp 13,3 triliun. Atas dasar prospek tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp 990.

Check news here!

Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya