Masih teringat jelas, pertama kali menginjakkan kaki di lantai bursa.
Layar penuh angka, grafik, dan istilah asing terasa seperti bahasa lain.
Sebagai anak komunikasi, perjalanan kuliahku adalah kata-kata, bukan laporan keuangan.
Aku terbiasa bicara, menulis cerita, bukan membaca neraca.
Karierku dimulai di media ekonomi, hingga suatu hari aku mendapat kesempatan pindah ke corporate investasi.
Tantangannya bukan sekadar adaptasi.
Bukan juga karena aku tidak suka ekonomi atau ragu mencintai pekerjaan baru ini.
Tantangan terbesarku adalah membuktikan pada diri sendiri
Bukankah perempuan punya tempat di mana pun ia memilih berdiri?
Aku bukan lulusan ekonomi. Bahkan, dulu aku tidak menyukai ekonomi.
Namun hari ini, aku bisa berbicara tentang investasi dengan percaya diri.
Di Sucor, aku melihat sosok perempuan yang mengubah banyak stereotip yang sering kita dengar, seperti:
“Perempuan bisa apa?”
Seperti kutipan dari buku “Dari Rahim Ini Aku Bicara” karya Ester Lianawati
“Perempuan selalu dihadapkan pada tuntutan kontradiktif. Diminta cantik, seksi, dan memikat. Dituntut menjadi ibu, tapi tubuh harus selalu muda seperti tubuh gadis perawan.”
Sosok itu adalah Ibu Lindrawati
Bagi banyak orang, beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga pemimpi besar yang berani mewujudkan ide-ide yang dulu dianggap “tidak mungkin.”
Banyak inovasi di Sucor lahir dari keberanian beliau untuk membuka jalan.
Bu Lindra selalu mengingatkan bahwa kita bisa lebih dari yang kita kira.
Beliau menunjukkan bahwa perempuan tidak harus memilih antara membangun karier atau keluarga, keduanya bisa berjalan beriringan.
Beliau juga mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak punya jenis kelamin, dan menjadi feminis bukan berarti melawan laki-laki, tetapi menyadari bahwa perempuan berhak mendapat tempat, suara, dan kepercayaan.
Di sini, aku bukan hanya diberi ruang. Aku juga diberi tantangan.
Hal-hal yang dulu kuanggap mustahil, kini bisa kulakukan sebaik mungkin.
Dan hari ini, aku berdiri dengan keyakinan baru
Stereotip bisa diubah. Prestasi bisa diukir.
Perempuan selalu punya tempat di dunia investasi,
Selama ia berani melangkah.