


Tim SUCOR EXTREME On-The-Ground (OTG) juga melakukan studi dan survey terhadap lebih dari 600 responden untuk mengenal lebih dalam tentang investor saham di Indonesia saat ini. Ternyata memang benar kalau pandemi ini membuat banyak pemain saham baru, karena hasil survey kita setengahnya merupakan pemain saham yang baru saja membuka account disaat pandemi. Dari segi portfolio sendiri, ternyata masih didominasi oleh pemain saham di bawah Rp 100 juta.


Sesuai dengan hasil survey kita diatas, memang benar kalau influencer saham mengalami perkembangan yang pesat saat ini yang disebabkan oleh minat mengerti tentang saham yang meningkat. Sejak pandemi melanda, pertumbuhan pengikut influencer saham di sosial media seperti Instagram dan youtube bertambah dengan sangat pesat.
Contohnya saja akun Instagram “ngerti saham” yang pada bulan Februari 2020 sebelum pandemi memiliki pengikut sekitar 350 ribu. Namun saat bulan Januari 2021, pengikut aku instagramnya sudah bertumbuh lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 900 ribu pengikut. Ini benar-benar menunjukkan bahwa antusiasme warga Indonesia terhadap saham meningkat pesat dan hal tersebut tidak terlepas dari peran influencer dalam memperkenalkan saham kepada para pengikut mereka di media sosial. Kita melihat bahwa peran influencer ini menjadi sangat penting sehingga ke depannya kita berharap dengan influence mereka yang besar bisa terus membantu memberikan edukasi tentang pasar saham kepada para pengikut mereka.

Antusiasme terhadap saham juga dirasakan oleh Sucor sekuritas yang tergambarkan melalui jumlah pengikut dan aktivitas di akun sosial media yang telah meningkat tajam. Contohnya akun telegram Sucor yang jumlah anggotanya sudah bertambah dengan pesat hanya dalam kurung waktu 6 bulan. Ada yang menarik kalau kita perhatikan yaitu member Telegram lebih aktif ketika pasar saham sedang melemah saat bulan Januari dibandingkan saat mengalami penguatan di bulan November hingga Desember. Instagram Sucor juga mengalami pertumbuhan, dimana jumlah penontonnya terus meningkat dan hingga januari sudah sampai seribu orang yang menonton IG live kita. Ini merupakan suatu pencapaian yang patut kita banggakan, karena semakin banyak orang yang memilih Sucor sebagai sumber informasi mereka.


Belum lama ini pasar saham sempat mengalami penurunan berutut-turut selama satu minggu dari tanggal 21 sampai 29 Januari 2021. Tentunya lumrah kalau ada pemain saham yang rugi untuk enggan berinvestasi saham lagi. Ternyata tidak demikian, justru banyak responden kita yang melihat penurunan harga saham sebagai kesempatan untuk membeli kembali saham dengan harga yang lebih murah. Ini menunjukkan sikap pantang menyerah dan optimis yang dimiliki oleh investor ritel kita walau telah di landa kerugian. Karena kalau sampai banyak investor ritel yang patah semangat maka akan membuat pasar saham jatuh lebih dalam lagi dan sulit untuk bangkit kembali.

Ada hal menarik yang kita temui dari para investor retail yang rugi saat Januari kemarin, yaitu mereka menjadi lebih giat mencari informasi dan belajar tentang saham mereka yang rugi. Hal ini dipertegas dengan meningkatnya pencarian informasi mengenai suatu saham atau tentang hajar kanan dan cutloss di google saat saham tersebut mengalami perubahan harga secara drastis. Dari korelasi ini kami melihat kalau para investor yang telah rugi ingin belajar dari kesalahan dan menggunakan informasi yang didapat untuk menentukan langkah mereka kedepan.
