27 August 2026
BULL Bidik Ekspansi Armada, Manfaatkan Peluang di Tengah Ketegangan Geopolitik Global

C-Talks
JAKARTA, 27 Agustus 2026 – IHSG sesi pertama ditutup menguat 0,7% ke level 6.450 pada perdagangan hari ini. Di tengah pergerakan pasar tersebut, Sucor Sekuritas menggelar sesi Stock Idea Talks Special bersama PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) pada 26 Agustus 2026, membahas kinerja dan prospek bisnis Perseroan. Sesi ini dipandu oleh Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, dengan menghadirkan Kevin Wong, Direktur BULL, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Kevin Wong menyampaikan bahwa Perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan usaha tercatat sebesar USD148 juta pada 2023, USD140 juta pada 2024, dan USD145 juta pada 2025, dengan realisasi USD44 juta pada kuartal I-2026. Laba bersih Perseroan pada 2025 tercatat naik 77% dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga profitabilitas di tengah tekanan kenaikan biaya operasional kapal di pasar internasional. Dari sisi struktur permodalan, Kevin menjelaskan bahwa rasio Debt to EBITDA dan Debt to Equity Perseroan terus membaik sejak masa pandemi Covid-19, sehingga saat ini dinilai mampu mendukung rencana ekspansi armada ke depan.

Terkait tema ketegangan geopolitik, Kevin menjelaskan bahwa dinamika seperti konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz, serta pengetatan sanksi terhadap sejumlah negara produsen minyak seperti Venezuela, turut mengubah pola logistik dan pasokan kapal tanker dunia. Ia menilai armada kapal bersanksi pada akhirnya tidak akan mampu dipertahankan dalam jangka panjang, sehingga turut menopang tarif sewa kapal tanker BULL, dengan kekuatan tarif ditopang kombinasi volume dan jarak tempuh pelayaran di rute-rute seperti Eropa, India, dan China.

BULL akan fokus pada empat pilar bisnis: transportasi minyak mentah, transportasi LNG, FSRU untuk regasifikasi LNG, serta FPSO/FSO untuk produksi dan penampungan migas lepas pantai. Di lini LNG, produksi domestik yang tumbuh di atas 40 juta CBM serta kapasitas pencairan global yang terus bertambah menjamin permintaan kapal tanker LNG hingga 2027, meski tarif sewa tanker LNG baru diproyeksikan positif paling cepat pada 2029. Sementara FPSO/FSO dan FSRU dinilai berpotensi tumbuh signifikan di Asia Tenggara konsorsium BULL kini berpartisipasi dalam sejumlah tender proyek FPSO dan masuk daftar partisipan terbatas tender FSRU PLN.Kevin menegaskan pangsa pasar BULL turut mencakup Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Terkait rencana penambahan armada, ia menyampaikan BULL masih dalam tahap penjajakan aksi korporasi untuk menambah modal, termasuk opsi rights issue, meski belum ada keputusan final jika terealisasi, Perseroan menargetkan tambahan hingga 21 kapal pada 2026–2027.

"Kami sudah mempersiapkan diri dari sisi akses pendanaan, jadi menurut kami ini waktu yang tepat untuk menambah armada, karena kami juga melihat potensi perkembangan ke depan. Kami saat ini sedang menjajaki aksi korporasi untuk menambah modal atau capex guna meningkatkan armada," ujar Kevin Wong.
 
Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya