Jakarta, 23 Oktober 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi 1 Jumat (23/10) di level 5.446, menguat 1,09. Di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif, termasuk sentimen usulan MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, Sucor Sekuritas mengajak investor menyikapi ketidakpastian dengan strategi yang terukur: menyiapkan skenario, memantau indikator, dan tetap objektif untuk melihat peluang.
Pesan tersebut mengemuka dalam “Trick or Trade: Surviving the Market Scare”, bagian dari Stock Idea Series Sucor Sekuritas, yang digelar Kamis (22/10) di Blaze SCBD, Jakarta Selatan. Dengan tema Halloween, acara ini mengajak investor “membuka topeng” berbagai “hantu” pasar seperti volatilitas dan guncangan mendadak, lalu mengubahnya menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti. Acara dihadiri para financial influencer dan komunitas investor Sucor Sekuritas, cuantroopers.
Sebagai pembicara, Sucor Sekuritas menghadirkan Bernard88, Trader sekaligus Founder Warga88 Stock Community; Reyhan Pratama, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas; dan Ardo Tanutama, Founder MangPai BaZi® Institute.
Bernard88 menekankan bahwa investor tidak perlu menebak satu arah pasar, melainkan menyiapkan respons untuk setiap kemungkinan. Menurutnya, tekanan saat ini lebih berkaitan dengan akses modal dan kepercayaan terhadap mekanisme pasar, bukan hilangnya kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan arus kas. Karena itu, peluang terbesar ada pada harga yang sudah mencerminkan skenario terburuk, sementara fundamentalnya masih mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Ia memaparkan tiga skenario. Pada skenario bearish, investor perlu memprioritaskan likuiditas dan kekuatan neraca, termasuk menyiapkan cash reserve. Pada skenario dasar, ketika reformasi keterbukaan informasi berjalan dan nilai tukar stabil, terbuka kesempatan mencermati perusahaan berkualitas yang masih undervalued dengan arus kas kuat. Pada skenario bullish, saat tekanan jual mereda dan laba stabil, terbuka potensi rerating pada emiten berfundamental baik.
Bernard88 juga mengajak investor berpegang pada indikator dalam menambah atau mengurangi risiko, seperti breadth pasar, arus dana asing, revisi laba emiten, nilai tukar, dan yield obligasi, serta berhati-hati dengan leverage dan tidak membaca rebound satu hari sebagai tanda masalah telah selesai.
“Waspada boleh, takut jangan. Tetap objektif dan jangan terbawa narasi pasar,” ujar Bernard88.
Dari sisi teknikal, Reyhan Pratama menjelaskan bahwa pantulan IHSG terjadi setelah gap di area 5.075 tertutup. Ia memetakan sejumlah area support di 4.754 dan 4.441, serta area likuiditas di sekitar 4.317 yang berpotensi memicu reversal dan membuka ruang penguatan lanjutan. Meski demikian, peluang penguatan untuk jangka pendek masih terbuka, dengan area resistance yang berpotensi diuji di 5.804.
“Penutupan gap belum berarti bottom, jadi investor perlu memetakan level-level kunci dan menyusun rencana yang jelas, bukan bereaksi terhadap pergerakan harian,” jelas Reyhan.
Melengkapi sudut pandang fundamental dan teknikal, Ardo Tanutama memaparkan pendekatan MangPai BaZi® yang membagi pasar ke dalam empat fase siklus: akumulasi, kenaikan, distribusi, dan penurunan. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, menurutnya setiap investor perlu mengenali gaya pengambilan keputusannya sendiri. Investor bertipe “otak kiri”, yang analitis dan sabar, cenderung unggul di fase akumulasi dengan mencicil saham berkualitas secara bertahap. Sementara investor bertipe “otak kanan”, yang intuitif dan responsif, cenderung lebih cocok saat momentum pasar sedang kuat dan perlu bergerak cepat.
“Yang terpenting bukan menebak arah pasar, tetapi mengenali fase dan mengenali diri sendiri. Dengan begitu, keputusan tidak digerakkan rasa panik atau serakah,” kata Ardo.
Menutup rangkaian acara, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengajak investor bersikap lebih hati-hati dalam menyikapi kondisi pasar saat ini, termasuk dalam menyaring berbagai narasi yang beredar. Seperti tema Halloween yang diusung, tidak semua yang tampak menakutkan di pasar benar-benar seseram kelihatannya. Di balik ketakutan yang ada, tetap terdapat potensi yang dapat dicermati oleh investor yang siap dan disiplin. Ia juga mengajak komunitas investor dan financial influencer untuk menyuarakan aspirasi secara positif melalui media sosial, dengan informasi yang akurat dan berimbang, demi menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya