Jakarta, 5 Maret 2026 — Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan signifikan di awal 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hingga sekitar 7.156, turun sekitar 21,8% dari level tertinggi 9.147, dipicu oleh berbagai sentimen negatif seperti potensi perubahan status Indonesia di MSCI, outlook negatif dari lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan Fitch Ratings, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang menekan aliran dana ke pasar emerging markets.
Di tengah kondisi tersebut, Sucor Sekuritas menggelar acara “Strategic Foresight: Capturing Opportunities Amid Market Uncertainty” pada 5 Maret 2026 di 25hours Hotel Jakarta, yang menghadirkan diskusi market outlook dan strategi investasi bagi investor untuk melihat peluang di tengah volatilitas pasar sekaligus menjadi momentum buka puasa bersama. Dalam forum ini, Sucor Sekuritas menghadirkan dua pembicara utama, yaitu David Noah, Founder of Fortis Capital, serta Bong Chandra, Co-Founder dan Director PT Perintis Triniti Properti Tbk ($TRIN).
Berbagi insight mengenai market outlook Founder Fortis Capital David Noah menjelaskan bahwa pasar global saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi akibat dinamika geopolitik serta perubahan kebijakan moneter global. “Market will always face uncertainty. Dengan adanya perang dan dinamika global, kita melihat kemungkinan penurunan suku bunga yang bisa mendorong pergeseran dana ke berbagai aset lain. Dalam kondisi seperti ini, investor perlu melihat peluang dari perubahan narasi pasar, termasuk pada sektor komoditas seperti energi, emas, batu bara, dan CPO,” ujar David Noah.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah volatilitas pasar, investor dapat mulai mencermati saham-saham growth dengan valuasi yang sudah terdiskon namun tetap memiliki fundamental yang kuat serta potensi dividen yang menarik. Sementara itu, Bong Chandra memaparkan strategi pertumbuhan PT Perintis Triniti Properti Tbk ($TRIN) yang terus memperkuat portofolio pengembangan properti sekaligus membangun sumber pendapatan berulang.
“Salah satu proyek utama kami adalah Sequoia Hills di Sentul dengan estimasi nilai pengembangan sekitar Rp16 triliun yang menjadi proyek inti perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kami juga mulai memperkuat recurring income melalui kerja sama dengan Artotel untuk pengembangan hotel, serta mengeksplorasi peluang baru seperti data center yang masih berada dalam ekosistem real estate,” jelas Bong Chandra.
Disclaimer on
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya