JAKARTA, 14 Januari 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan sejarah baru dengan menyentuh level All-Time High (ATH) di posisi 9.032 (14/01/26). Momentum optimisme pasar ini turut dimeriahkan oleh Sucor Sekuritas melalui penyelenggaraan acara eksklusif bertajuk “Spotting Stocks and Sector Opportunities in 2026” di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta.
Acara yang menghadirkan para pengiat di pasar modal ini bertujuan membedah arah investasi di
tengah dinamika ekonomi global. Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat optimisme dalam menatap tahun ini. “Tahun 2026 adalah momentum bagi kita semua untuk melakukan manifest atas kerja keras dan strategi investasi yang telah dibangun sebelumnya. Kami melihat adanya positivity yang luar biasa di pasar modal Indonesia tahun ini, di mana fundamental ekonomi kita kian tangguh dan bisa memberikan peluang bagi para investor,” ujar Bernadus.
Outlook Pasar 2026: Indonesia “Year to Deliver”
Hadir sebagai bintang tamu, Rita Efendy, Financial Influencer sekaligus Founder Indonesia Investment Education (IIE), Indonesia Trading Community (ITC), dan Cuan Lovers Community (CLC), memaparkan bahwa tahun 2026 adalah masa pembuktian atau “Year to Deliver”. Rita menyoroti bahwa Indonesia berpeluang besar mendapatkan limpahan likuiditas dari pergeseran ketergantungan terhadap dolar AS. “Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% sangat realistis melalui realisasi belanja pemerintah yang optimal, bahkan berpotensi menyentuh 5,6% jika kondisi global terus membaik. Dengan tren suku bunga yang melandai, likuiditas domestik diperkirakan tetap longgar yang berdampak positif pada penguatan Rupiah,” ungkap Rita.
Dalam sesinya, Rita membagikan beberapa stockpick strategis yang dikelompokkan dalam sektor-sektor prospektif, antara lain: Energi & Gas Terintegrasi: Fokus pada ketahanan energi nasional dengan emiten terpilih seperti PGAS, MEDC, ENRG, dan ELSA. Data Center & Infrastruktur AI: Sebagai penopang digitalisasi global, meliputi emiten seperti DCII, DSSA, EDGE, TLKM, EXCL, dan ISAT. Emas & Mineral Strategis: Didorong oleh pembelian emas bank sentral yang diprediksi tetap tinggi di level 70 ton per bulan. Emiten terkait meliputi ANTM, MDKA melalui unit EMAS, BRMS, serta TINS untuk potensi mineral tanah jarang (rare earth). Ketahanan Pangan: Mendapat dorongan dari peningkatan anggaran negara sebesar 31,7%. Emiten pendukung sektor ini termasuk JPFA, CPIN, AALI, dan SGRO. Pelayaran & Logistik: Sebagai beneficiary dari aktivitas energi dan pangan, dengan sorotan pada GTSI, LEAD, SOCI, dan BULL.
Sektor energi menjadi salah satu yang paling layak diperhatikan tahun ini. Salah satunya adalah PT RMK Energy Tbk (RMKE), yang mencatatkan performa luar biasa dengan kenaikan harga saham per 15 Januari 2026 sudah lebih dari 1.000% YoY. Kenaikan signifikan ini mencerminkan apresiasi pasar yang tinggi terhadap ekspansi infrastruktur perseroan yang berkelanjutan.
Integrasi Strategis dan Prospek Jangka Panjang PT RMK Energy Tbk (RMKE)
Vincent Saputra, Direktur Utama RMKE, yang juga hadir sebagai pembicara, menjelaskan bahwa performa saham yang kuat tersebut didukung oleh fundamental infrastruktur yang solid. Memasuki tahun 2026, RMKE siap mengoptimalkan peran jalur hauling khusus seiring pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan.
“Kami telah menuntaskan pembangunan hauling road baru yang terhubung dengan tiga pelanggan baru yakni WSL, DBU, dan MME, yang berpotensi meningkatkan volume baru sebesar 3 juta ton pada tahun 2026. Untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, kami meningkatkan kapasitas loading station menjadi 8 juta ton per tahun serta ekspansi kapasitas pelabuhan hingga 28 juta ton,” jelas Vincent.
Menatap 2026, RMKE menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui optimalisasi aset eksisting dan ekspansi layanan coal logistics. Perseroan memproyeksikan volume coal services meningkat menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026. Dengan belanja modal yang terukur, RMKE memperkirakan pendapatan mencapai sekitar Rp4,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp800 miliar pada tahun 2026. Selain itu, perseroan membidik penambahan pelanggan baru, termasuk potensi kontrak skala besar melalui jalur hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya