ASSA Kantongi Kredit Investasi Rp500 Miliar Buat Genjot Ekspansi
Media Publikasi
Bisnis.com, JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) akan menggencarkan ekspansi usaha dengan menambah kendaraan sewaan. Adapun, modalnya berasal dari fasilitas kredit PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp500 miliar. Direktur Keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk., Jerry Fandy Tunjungan mengatakan bahwa fasilitas yang akan diterima perseroan, yaitu berupa kredit investasi ke-13.
"Perseroan melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit dengan BBCA atas fasilitas kredit berupa fasilitas Kredit Investasi-13 sebesar Rp500 miliar," ujar Jerry dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/10/2026). Dia menambahkan bahwa dana yang didapatkan akan digunakan untuk membeli unit kendaraan. Kendaraan tersebut akan disewakan kepada pelanggan perseroan.
Selain itu, melalui aksi ini, pendapatan perseroan akan meningkat sehingga kegiatan usaha pun turut serta berkembang. Sebelumnya, ASSA juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) sebesar Rp40 miliar untuk menambah kendaraan sewaan.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Senin (24/8/2026), tambahan fasilitas kredit tersebut berupa Fasilitas Pinjaman Tetap sebesar Rp40 miliar dengan jumlah pokok yang sebelumnya sebesar Rp60 miliar untuk selanjutnya menjadi sebesar Rp100 miliar. Tambahan fasilitas kredit yang diterima dari bank digunakan untuk pembelian unit kendaraan yang disewakan kepada pelanggan perseroan. Pendapatan perseroan meningkat sehingga kegiatan usaha berkembang.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, Rabu (14/8/2026), kekuatan ASSA masih bertumpu pada bisnis rental, logistik, serta ekosistem kendaraan bekas. Kinerja bisnis utama perseroan menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan rental pada semester I/2026 mencapai Rp1,04 triliun, naik 6,5% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan logistik mencapai Rp1,35 triliun, tumbuh 13,1%. Meski demikian, model bisnis long-term rental memberikan peluang bagi ASSA untuk ikut menikmati pertumbuhan adopsi EV korporasi.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menilai prospek ASSA masih positif setelah pendapatan semester I/2026 tumbuh sekitar 8%, sesuai dengan ekspektasi pertumbuhan pendapatan sepanjang 2026. Selain itu, meredanya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti ASSA.