JAKARTA, Investor.id – Perang di Timur Tengah (Timteng) yang kembali memanas membuat harga minyak melonjak. Ini akan menguntungkan saham sektor ini, seperti PT Elnusa Tbk (ELSA) yang diganjar target harga tinggi dan menjanjikan cuan menggiurkan dibandingkan Medco Energi Internasional (MEDC) dan Energi Mega Persada (ENRG).
Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, perang di Timteng juga telah menggairahkan aktivitas bisnis hulu minyak. Ini sejalan dengan ambisi pemerintah mengerek produksi minyak hingga dua kali lipat demi mencapai ketahanan energi.
Alhasil, demikiajn Sucor Sekuritas, aktivitas pengeboran dan rencana penggarapan megaproyek migas meningkat, seperti Masela dan Andalan. Pada titik ini, ELSA menjadi proxy dari rencana Indonesia memperkuat ketahanan energi.
“Perseroan diuntungkan oleh peningkatan aktivitas di bisnis hulu tanpa harus menghadapi risiko langsung dari volatilitas harga,” tulis Sucor Sekuritas, dikutip Minggu (26/7/2026).
Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham ELSA dengan target harga Rp1.280, menawarkan potensi cuan 92% dari harga terakhir Rp665. Ini mewakili pandangan konstruksi Sucor terhadap harga minyak, akselerasi bisnis hulu migas, dan melimpahnya uang tunai di neraca keuangan.
Di sisi lain, harga minyak kembali panas, setelah perang di Timur Tengah meluas ke selat Bab el-Mandeb dari tadinya hanya berkutat di Selat Hormuz. Pada Kamis pekan ini, harga minyak Brent di pasar spot sempat menyentuh US$102 per barel, sedangkan WTI loncat ke US$91,7 per barel.