13 July 2026
Saham VKTR dan PRDL Tembus Batas Auto Rejection Atas

Media Publikasi
ANH - Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dalam sesi I perdagangan Senin (13/7/2026). Lonjakan signifikan kedua saham ini terjadi di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka menguat 10,35 poin ke posisi 5.934,71.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.09 WIB, saham VKTR melambung 25,00 persen menjadi Rp650 per unit dengan nilai transaksi mencapai Rp77,49 miliar. Sementara itu, saham PRDL yang baru melantai pekan lalu melonjak hingga 24,7 persen dan diikuti penguatan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) sebesar 9,6 persen.

Dilansir dari industry.co.id, PRDL resmi mencatatkan saham perdananya pada Kamis (9/7/2026) sebagai bagian dari Prodia Group yang memproduksi alat kesehatan diagnostik in vitro. Melalui seremoni pencatatan tersebut, pihak manajemen memberikan penjelasan mengenai arah strategis portofolio bisnis perusahaan.

"PRDL merupakan bagian dari Prodia Group yang bergerak di bidang produksi dan perakitan alat kesehatan diagnostik in vitro yang menyediakan solusi sistem diagnostik terintegrasi untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui berbagai produk diagnostik berkualitas unggul," demikian keterangan perseroan PT Prodia Diagnostic Line Tbk.

Tingginya animo publik terhadap enam emiten baru dalam sepekan terakhir dinilai sempat menyedot likuiditas dari pasar reguler. Terkait perputaran modal domestik pada deretan saham penawaran umum perdana (IPO) tersebut, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengamati adanya pola pergerakan dana yang khas dari para investor lokal.

"Investor lokal ‘kesedot’ IPO ini. Ini, kan, duit orang-orang diputer-puterin; habis ikut [IPO] JELI, ikut PRDL, ikut RANS. Rata-rata begitu ya, duitnya diputer-puterin dulu, nanti baru masuk ke sini [pasar] lagi," jelas Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas.

 

Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas yang dilansir idnfinancials.com, antrean beli memang terkonsentrasi pada emiten yang melantai paling akhir, sementara beberapa saham terdahulu mulai mencatatkan dominasi antrean jual.

Data Pergerakan Saham IPO Pekan Pertama Juli 2026
Emiten Tanggal listing Kenaikan harga Rentetan ARA Antrean beli (bid) Antrean jual (offer)
JELI 7 Juli 2026 66,11% 3x - 264.187 lot
JECX 7 Juli 2026 14,4% 2x 26.594 lot
EMMI 8 Juli 2026 4,26% - 231.546 lot
BACH 8 Juli 2026 13,12% 1x 229.349 lot
PRDL 9 Juli 2026 81,67% 2x 9.068.432 lot
RANS 10 Juli 2026 34,12% 1x 21.986.479 lot

Menurut analisis cnbcindonesia.com, PRDL meraup dana segar hingga Rp62,7 miliar dengan alokasi 56,8 persen untuk pelunasan utang demi memperkuat struktur modal perusahaan. Laba bersih perseroan pada tahun 2025 tercatat melonjak hingga 70 persen mencapai Rp16,99 miar, meskipun angka tersebut masih berada di bawah pencapaian kinerja tahun 2023 akibat kendala PKPU dari salah satu distributor utama mereka.

Di sisi lain, lonjakan harga saham VKTR dikonfirmasi oleh BRI Danareksa Sekuritas sebagai sinyal pembalikan arah (reversal) setelah berhasil menembus level neckline di 550. Secara fundamental, Samuel Sekuritas dalam risetnya menilai VKTR berpeluang besar memenangkan tender pengadaan sekitar 350 unit bus listrik TransJakarta pada tahun 2026 karena kemitraan strategisnya dengan produsen asal China, BYD.

Check news here!

Written by SPOT
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya