Di tengah dinamika global yang penuh tantangan dari tekanan fiskal Amerika Serikat, potensi dedolarisasi, hingga ketidakpastian arah suku bunga The Fed—pasar saham Indonesia justru menunjukkan sinyal penguatan. Momentum ini dimanfaatkan oleh Sucor Sekuritas melalui gelaran puncak bertajuk Chart and Champions 2025, yang menggabungkan pengumuman pemenang kompetisi StockWars Trading Competition dengan sesi Market Outlook Semester II 2025 dari sisi fundamental dan teknikal.
Acara yang digelar di Parlé Senayan pada 9 Juli 2025 ini menjadi ajang apresiasi atas keberhasilan para peserta StockWars 2025 yang menunjukkan performa luar biasa. Empat kategori pemenang diumumkan, mencerminkan beragam karakter trader, yakni: Cuan Solo, Obi Gain Kenobi, Luck Sky Walker, Darth Bagger.
Acara ini turut dihadiri oleh para financial influencer dan komunitas pasar modal, serta dimeriahkan dengan penampilan spesial dari Angie Carvalho Finalis top 5 Indonesia Idol, yang semakin menghidupkan semangat para investor muda. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, turut hadir dan memberikan semangat kepada generasi baru pelaku pasar
“Kompetisi ini bukan hanya soal cuan, tapi soal membangun mindset dan strategi yang tepat dalam menghadapi pasar yang terus berubah.” Papar Bernadus Wijaya.
Pada sesi market outlook, Ahmad Mikail, Ekonom Senior Sucor Sekuritas, menyoroti bahwa Indonesia berpeluang memasuki fase long-run bull market.
“Ketika yield obligasi terus turun dan tak ada alternatif return menarik secara global, maka pasar saham Indonesia akan jadi pilihan utama investor asing.” Papar Ahmad Mikail.
Ahmad Mikail menjelaskan bahwa tren dedolarisasi dan ekspansi neraca bank sentral global akan mendorong aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan 2025, investor asing telah membeli lebih dari Rp55 triliun surat utang negara Indonesia. Seiring defisit fiskal yang tetap terjaga di bawah 3%, serta penguatan Rupiah dan ekspektasi penurunan BI rate, likuiditas domestik diprediksi meningkat signifikan.
Dari sisi teknikal, Reyhan Pratama, Technical Analyst Sucor Sekuritas, memaparkan bahwa IHSG sedang menguji area penting MA-20 di 7.080. Jika berhasil menembus, tren penguatan menuju 7.200 hingga 7.500 bisa berlanjut. Namun jika gagal bertahan, koreksi ke kisaran 6.500–6.092 mungkin terjadi. Secara musiman, Juli berpeluang menjadi awal pemulihan pasar sebelum arah tren ditentukan pada Agustus.
sekuritas terbaik
sekuritas terpercaya